Ada banyak keyakinan dan mitos yang meluas tentang kemarahan. Mari dekonstruksi mitos-mitos ini dan ketahui apa faktanya.
Mitos 1 - Melampiaskan amarah membuat saya rileks. Memegangnya tidak sehat.
Fakta - Ada pepatah yang berpegang pada kemarahan seperti memegang batu bara merah panas di telapak tangan Anda. Kemarahan harus dikuras habis, tetapi tidak dengan menjadi agresif. Itu hanya akan mengarah pada konfrontasi lebih lanjut.
Mitos 2 - Perilaku agresif saya membuat saya mendapat perhatian, rasa hormat, dan kepatuhan.
Fakta - Kekuatan untuk mempengaruhi berasal dari memahami seseorang dan bukan dengan mengintimidasi dirinya. Anda dapat menggertak orang-orang agar tunduk, tetapi mereka tidak akan menghormati Anda dan pada akhirnya akan meninggalkan Anda jika Anda tidak dapat mentoleransi sudut pandang yang berlawanan.
Mitos 3 - Saya tidak bisa mengendalikan amarah saya.
Fakta - Sama seperti emosi lainnya, kemarahan juga merupakan hasil dari situasi yang Anda hadapi. Menganalisis situasi dari berbagai sudut pandang yang memungkinkan untuk menghindari salah menilai dan mencegah kemarahan.
Mitos 4 - Manajemen kemarahan adalah tentang belajar untuk menekan amarah Anda.
Fakta - Kemarahan tidak boleh ditekan atau dilepaskan, melainkan harus diekspresikan dengan cara tanpa kekerasan dan dengan cara yang konstruktif.Inilah yang Manajemen Kemarahan ajarkan kepada orang-orang untuk dilakukan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar