Setiap episode tampilan kemarahan dimulai dari awal dan membangun, baik secara tetap atau cepat melalui tiga tahap.

Di sini kita akan membahas tahap-tahap ini bersama dengan tindakan yang terkait dengannya.
- Eskalasi - Pada tahap ini, kita mulai menerima berbagai isyarat yang diberikan oleh pikiran dan tubuh kita tentang kemarahan yang timbul di dalam diri kita. Isyarat ini bersifat fisik (nafas berat), perilaku(gigi mengepal), emosional (rasa bersalah), atau kognitif (gambar balas dendam).
- Ekspresi - Jika Fase Eskalasi berlanjut tanpa pengawasan, Fase Ekspresi akan segera menyusul. Ini ditandai dengan tampilan kemarahan yang kuat yang meliputi agresi verbal atau fisik.
- Post-expression - Pada tahap ini ketika kita mulai menyadarikonsekuensi negatif yang merupakan akibat langsung dari agresi verbal atau fisik. Mereka bisa berkisar dari perasaan bersalah, malu, dan penyesalan batin terhadap lebih banyak implikasi eksternal seperti penangkapan, dan pembalasan dari orang lain.
Setiap individu memiliki intensitas, frekuensi, dan durasi kemarahan pribadinya dalam Siklus Agresi. Misalnya, satu orang mungkin marah hanya dalam beberapa menit. Kemarahan orang lain dapat meningkat perlahan-lahan dalam jangka waktu lama sebelum mencapai Tahap Ekspresi .
![]() |
| Manajemen Kemarahan |
Tujuan Manajemen Kemarahan adalah untuk mencegah orang mencapai Tahap Ekspresi. Dengan bantuan teknik dan praktik yang efektif, kemarahan dapat diidentifikasi dan dikendalikan sebelum mencapai Tahap Eskalasi .

Tidak ada komentar:
Posting Komentar